Minggu, 20 April 2014

resensi


Kehancuran
Riwayat Kepengarangan :
Karya-karya suryo handono :
putri yang hilang : cerita dari bali by Handono, Suryo   1992 Hancurnya sebuah persaudaraan by Handono, Suryo  2002 Orang yang terpilih by Handono, Suryo   2002 Kesetiaan yang tak tergoyahkan by Handono, Suryo    1997 Akhirnya kebahagiaan datang juga by Handono, Suryo  1993 Aji Dharma by Handono, Suryo  1999 Hancurnya sebuah persaudaraan by Handono, Suryo  1995 Cobaan bagi Sang Raja by Handono, Suryo   Orang yang terpilih by Handono, Suryo 1994 Dia anakku by Handono, Suryo
Identitas buku :
hancurnya sebuah persaudaraan ,diceritakan kembali oleh suryo handono, cet.1-jakarta : balai pustaka 2001,52 hlm,ilus : 21cm, seri BP no.5161.
Sinopsis (isi) :
Kisah ini menceritakan tentang dua orang terkemuka yang tinggal di perkampungan karangsari bertempat dibawah kaki gunung semeru bernama ki nalasatya dan ki nalawasa dan mereka sangat bersahabat baik bahkan seperti saudara kandung .
Mereka mempunyai sifat yang jujur ,tabah, suka menolong dan bijaksana dalam memimpin desa mereka masing-masing. Dan pada suatu hari nalasatya menemukan sebuah enceh atau tempayan  dari kaca yang bertutup tembaga dan ia menceritakan hal itu kepada ki nalawasa dan ia tergiur dengan temuan tersebut tetapi temuan itu pun dicuri oleh nalawasa dan nalawasa pun membuat gugatan palsu yaitu ia melaporkan hilangnya enceh itu kepihak yang berwajib dan nalasatya sebagai korbannya dan nalawasa pun telah menyiapkan strategi yaitu dengan membuat jin atau demit yang tinggal di pohon randu dimana enceh itu ditemukan jin tersebut adalah adik dari  nalawasa bernama naladusta dan pihak yang berwajib pun menyelidiki masalah ini dan bertanya langsung kepada jin tersebut jin tersebut mengatakan demikian “ nalasatya yang mengambil enceh itu dan disimpannya dirumahnya.”jawab naladusta yang menyamar sebagai jin itu. Para polisi pun bergegas kerumah nalasatya dan digeledah untuk menemukan enceh tersebut dan polisi tidak menemukan apapun disana dan karna curiga dengan ki nalawasa polisi pun akhirnya pergi ke rumah ki nalawasa dan seorang polisi menemukan enceh itu dan langsung dibawa ke perkemahan akibat dari perbutannya segera di timbunlah pohon itu dengan kayu bakar .
Nalawasa menjahtukan diri dihadapan salah satu seorang polisi yaitu raden wedana ia memohon agar diurungkan pembakaran pohon itu dan ia pun mengakui kebohongannya dan ki nalawasa dijatuhi hukuman selama Sembilan tahun karena ia terbukti mencuri dan memfitnah . Di samping itu berdasarkan putusan pemerintah enceh itu akan dilelang . Hasilnya akan dibagi tiga , sepertiga untuk pemerintah , sepertiga untuk kaum fakir miskin dan sepertiganya lagi akan diberikan oleh nalasatya .
Kelebihan dan kekurangan buku ini :
Kelebihan :
  • Cerita dari buku ini mengandung unsur moral.
  • Bahasanya mudah dimengerti.
  • Perwatakan tokoh bisa dimengerti .
  • Dibuku ini terdapat gambar jadi membuat para pembaca untuk berimajinasi .
Kekurangan :
  • Jalan ceritanya terlalu panjang .
  • Desain covernya kurang menarik .
  • Nama tokohnya hampir sama jadi sulit untuk dibedakan.
  • Seharusnya dalam cerita ini sedikit menggunakan bahasa jawa karena cerita ini berlatar belakang daerah jawa yaitu di kaki gunung semeru.

Penutup
         Novel ini menceritakan tentang dua orang yang hidup di sebuah perkampungan dan mereka sangat bersahabat baik. Bahkan lebih dari itu mereka seperti saudara kandung dan mereka mempunyai sifat yang jujur ,tabah, suka menolong dan bijaksana dalam memimpin desa mereka masing-masing. Pada sauatu hari persahabatan mereka pun di uji ketika nalasatya menemukan enceh dan nalawasa tergiur dengan apa yang ditemukan oleh nalasatya dan nalawasa pun mencoba memfitnah nalasatya bahwa nalasatya telah mencuri enceh itu dari dirinya tetapi tidak berhasil.
Cerita ini menceritakan bahwa harta bisa merubah semuanya yang semula baik menjadi jahat  dan menyebabkan hancurnya sebuah persaudaraan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar