Kehancuran
Riwayat
Kepengarangan :
Karya-karya
suryo handono :
putri yang hilang : cerita dari bali by
Handono, Suryo 1992 Hancurnya
sebuah persaudaraan by Handono, Suryo
2002 Orang yang
terpilih by Handono, Suryo 2002 Kesetiaan
yang tak tergoyahkan by Handono, Suryo 1997 Akhirnya
kebahagiaan datang juga by
Handono, Suryo 1993 Aji Dharma by Handono, Suryo 1999 Hancurnya
sebuah persaudaraan by Handono, Suryo
1995 Cobaan bagi
Sang Raja by Handono, Suryo Orang yang
terpilih by Handono, Suryo 1994 Dia anakku by Handono, Suryo
Identitas buku :
hancurnya sebuah persaudaraan
,diceritakan kembali oleh suryo handono, cet.1-jakarta : balai pustaka 2001,52
hlm,ilus : 21cm, seri BP no.5161.
Sinopsis (isi) :
Kisah ini menceritakan tentang dua orang terkemuka yang
tinggal di perkampungan karangsari bertempat dibawah kaki gunung semeru bernama
ki nalasatya dan ki nalawasa dan mereka sangat bersahabat baik bahkan seperti
saudara kandung .
Mereka mempunyai sifat yang jujur ,tabah, suka menolong dan
bijaksana dalam memimpin desa mereka masing-masing. Dan pada suatu hari
nalasatya menemukan sebuah enceh atau tempayan
dari kaca yang bertutup tembaga dan ia menceritakan hal itu kepada ki
nalawasa dan ia tergiur dengan temuan tersebut tetapi temuan itu pun dicuri
oleh nalawasa dan nalawasa pun membuat gugatan palsu yaitu ia melaporkan
hilangnya enceh itu kepihak yang berwajib dan nalasatya sebagai korbannya dan
nalawasa pun telah menyiapkan strategi yaitu dengan membuat jin atau demit yang
tinggal di pohon randu dimana enceh itu ditemukan jin tersebut adalah adik
dari nalawasa bernama naladusta dan
pihak yang berwajib pun menyelidiki masalah ini dan bertanya langsung kepada
jin tersebut jin tersebut mengatakan demikian “ nalasatya yang mengambil enceh
itu dan disimpannya dirumahnya.”jawab naladusta yang menyamar sebagai jin itu.
Para polisi pun bergegas kerumah nalasatya dan digeledah untuk menemukan enceh
tersebut dan polisi tidak menemukan apapun disana dan karna curiga dengan ki
nalawasa polisi pun akhirnya pergi ke rumah ki nalawasa dan seorang polisi
menemukan enceh itu dan langsung dibawa ke perkemahan akibat dari perbutannya segera
di timbunlah pohon itu dengan kayu bakar .
Nalawasa menjahtukan diri dihadapan salah satu seorang polisi
yaitu raden wedana ia memohon agar diurungkan pembakaran pohon itu dan ia pun
mengakui kebohongannya dan ki nalawasa dijatuhi hukuman selama Sembilan tahun
karena ia terbukti mencuri dan memfitnah . Di samping itu berdasarkan putusan
pemerintah enceh itu akan dilelang . Hasilnya akan dibagi tiga , sepertiga
untuk pemerintah , sepertiga untuk kaum fakir miskin dan sepertiganya lagi akan
diberikan oleh nalasatya .
Kelebihan dan
kekurangan buku ini :
Kelebihan :
- Cerita dari
buku ini mengandung unsur moral.
- Bahasanya mudah
dimengerti.
-
- Perwatakan tokoh
bisa dimengerti .
- Dibuku ini
terdapat gambar jadi membuat para pembaca untuk berimajinasi .
Kekurangan :
- Jalan ceritanya terlalu panjang .
- Desain covernya kurang menarik .
- Nama tokohnya
hampir sama jadi sulit untuk dibedakan.
- Seharusnya dalam
cerita ini sedikit menggunakan bahasa jawa karena cerita ini berlatar belakang
daerah jawa yaitu di kaki gunung semeru.
Penutup
Novel ini
menceritakan tentang dua orang yang hidup di sebuah perkampungan dan mereka
sangat bersahabat baik. Bahkan lebih dari itu mereka seperti saudara kandung
dan mereka mempunyai sifat yang jujur ,tabah, suka menolong dan bijaksana dalam
memimpin desa mereka masing-masing. Pada sauatu hari persahabatan mereka pun di
uji ketika nalasatya menemukan enceh dan nalawasa tergiur dengan apa yang
ditemukan oleh nalasatya dan nalawasa pun mencoba memfitnah nalasatya bahwa
nalasatya telah mencuri enceh itu dari dirinya tetapi tidak berhasil.
Cerita ini menceritakan bahwa harta bisa merubah semuanya
yang semula baik menjadi jahat dan
menyebabkan hancurnya sebuah persaudaraan .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar