Kamis, 02 Januari 2014

tulisan


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat penyelesainkan tugas pembuatan makalah untuk mata kuliah softskill dengan judul Motivasi.
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, dengan senang hati ditunggu saran dan kritik dari pembaca.
Kami berharap makalah ini bermanfaat bagi diri kami sendiri dan pembaca, semoga makalah ini dapat membatu kita memahami tentang motivasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Motivasi adalah sesuatu yang menyebabkan kita untuk bertindak. Seperti ketika kita membutuhkan air untuk minum karena haus atau ketika ingin mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Pengertian motivasi sering dipakai sebagai cara untuk memulai suatu tindakan. Jadi, motivasi merupakan suatu proses atau langkah awal untuk memulai sebuah tindakan atau pekerjaan.
Motivasi ada banyak jenisnya antara lain motivasi belajar, motivasi berprestasi, motivasi agresi, motivasi berafiliasi, dll. Dalam hal ini motivasi berprestasi yang akan menjadi topik utamanya. Hal itu dikarenakan motivasi inilah yang sangat umum di masyarakat.
1.2 Tujuan pembuatan makalah
Di dalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami ingin capai diantaranya adalah:
-       Memahami lebih dalam tentang motivasi manusia khususnya motivasi berprestasi
-       Membagi ilmu yang kita dapat tentang motivasi kepada umum
1.3 Metode pengumpulan data
Dalam pengumpulan data, saya menggunakan metode pengmpulan data sekunder yaitu mengumpulkan data-data yang sudah tersedia dari media-media pendidikan yang ada.



 

BAB II

PEMBAHASAN TENTANG MOTIVASI BERPRESTASI


2.1 Devinisi Motivasi
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Pada dasarnya motivasi itu hanya dua, yaitu untuk meraih kenikmatan atau menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Uang bisa menjadi motivasi kenikmatan maupun motivasi menghindari rasa sakit. Jika kita memikirkan uang supaya kita tidak hidup sengsara, maka disini alasan seseorang mencari uang untuk menghindari rasa sakit. Sebaliknya ada orangyang mengejar uang karena ingin menikmati hidup, maka uang sebagai alasan seseorang untuk meraih kenikmatan.
  • Teori Insentif: Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
  • Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.
  • Teori Hirarki Kebutuhan: Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
  • Takut Kehilangan vs Kepuasan: Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
  • Kejelasan Tujuan: Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan)
2.3 Contoh-contoh Motivasi
Berikut ini adalah 2 contoh motivasi,
  • Seorang pelajar yang ingin mendapatkan ranking 1 di kelas nya maka ia akan sangat fokus dan tekun pada setiap pelajaran, dia akan selalu memanfaatkan setiap waktu luang untuk belajar. Ingin mendapatkan ranking 1 adalah motivasi mengapa ia selalu memanfaatkan setiap waktu luang yang ada untuk belajar.
  • Contoh lainnya adalah ketika seorang ayah ingin membahagiakan keluarganya, dia akan berusaha sekeras mungkin untuk mencukupi setiap kebutuhan istri dan anak-anaknya.

2.4 Contoh kata-kata Motivasi
Berikut ini adalah contoh kata-kata motivasi yang sederhana :
  • "Saya harus fokus belajar karena saya ingin lulus ujian dengan nilai yang maksimal".
  • "Saya ingin membahagiakan keluarga, oleh sebab itu saya harus rajin bekerja".

2.5 Faktor-faktor yang menyebabkan motivasi
Faktor penyebab motivasi bisa dikategorikan menjadi 2, adalah faktor dari dalam diri kita sendiri dan faktor dari luar.
Contoh motivasi dari dalam diri sendiri, seperti : ingin mencapai cita-cita.
Contoh motivasi dari luar, seperti : ingin membahagiakan keluarga dan orang lain.
2.6 Cara Mendapatkan Motivasi
Ketika kita melihat ada begitu banyak orang yang bahagia karena telah berhasil mendapatkan tujuannya, kita mungkin bertanya pada diri sendiri tentang bagaimana mereka mendapatkannya? apa yang mendorong mereka untuk bertindak?   kata kata motivasi lah yang menggerakan mereka untuk bertindak. Apakah sekarang anda termotivasi untuk mendapatkan tujuan anda?
Berbicara motivasi adalah berbicara tentang kejiwaan atau psikologi. Yang anda perlukan untuk meraih sesuatu adalah dengan mendapatkan informasi yang benar dan efektif, dan termotivasi.
2.7 Cara-cara Motivasi Agar Menjadi efektif
Berikut ini adalah 4 faktor pendukung agar setiap motivasi bisa efektif,
  • Memiliki tujuan yang jelas dan masuk akal, jadikanlah niat dan kata-kata sebagai langkah motivasi.
  • Memulai, memulai usaha biasanya yang paling sulit karena kita dihadapkan dengan rasa malas dari diri kita sendiri. Ingat pepatah, "sekali merangkuh dayung, dua, tiga pulau terlampai".
  • Fokus pada usaha, maksud fokus disini adalah sangat serius pada setiap usaha.
  • Ketekunan, tekun adalah upaya terus menerus yang mengarah pada tujuan. walaupun terkadang ada banyak sekali tantangan ditemui. Ketekunan biasanya akan membantu kita menemukan metode atau cara efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaan.
2.8 Kata Motivasi Kerja
ü  Kerja adalah rasa cinta yang terlihat. (Kahlil Gibran)
ü  Hendaknya keindahan sesuatu yang Anda cintai adalah sesuatu yang Anda kerjakan. (Rumi)
ü  Hidup adalah kesempatan untuk menyumbangkan cinta dengan cara kita sendiri. (Bernie Siegel, M.D.)
ü  Ukuran tubuhmu kurang penting, ukuran otakmu agak penting, ukuran hatimu adalah yang paling penting. (B.C. Gorbes)
ü  Cara yang nyata untuk membedakan Anda dari saingan Anda adalah layanan yang Anda berikan. (Jonathan Tisch)
ü  Lakukanlah dengan mengesankan, lakukanlah dengan benar dan lakukanlah dengan gaya. (Fred Astaire)
ü  Barang siapa menebar benih kebaikan, akan menikmati panen abadi. (Anonim)
ü  Hanya mereka yang berani mengambil resiko untuk melangkah lebih jauhlah yang akan mengetahui sejauh mana dia dapat melangkah. (T.S. Eliot)
ü  Saya hanyalah seorang manusia, tetapi saya adalah seseorang. Saya tidak dapat melakukan segalanya, tetapi saya dapat melakukan sesuatu. Saya tidak akan menolak melakukan sesuatu yang dapat saya lakukan. (Helen Keller)
ü  Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses lebih penting daripada yang lainnya. (Abraham Lincoln)
ü  Manakala kita mencintai dan tertawa bersama pasien kita, kita meningkatkan derajat tertinggi penyembuhan, yakni kedamaian didalam hati. (Leslie Gibson)
ü  Sudah menjadi kewajiban kita untuk maju terus seakan-akan batas kemampuan kita tidak ada. (Pierre Teilhard de Chardin)
ü  Tak ada sesuatu pun yang pernah berhasil dengan baik jika pelaksanaanya tidak dibantu oleh semangat yang kuat. (Nietzsche)
ü  Tak seorang pun dapat memahami hati manusia kecuali jika dia memiliki simpati yang dibangkitkan oleh cinta. (Henry Ward Beecher)
ü  Seandainya saya dapat meringankan rasa sakit, atau meredakan rasa nyeri seseorang, atau menolong seekor burung murai yang kebingungan kembali ke sarangnya lagi, hidup saya tak akan sia-sia. (Emily Dickinson)
ü  Kekuatan cinta dan perhatian dapat mengubah dunia. (James Autry)
ü  Cinta menyembuhkan manusia, baik yang memberikannya maupun yang menerimanya. (Dr. Karl Menninger)
ü  Sisihkanlah waktu untuk mengagumi keajaiban hidup. (Gary W. Fenhuk)
ü  Kita cenderung menilai kesuksesan dari jumlah penghasilan kita atau ukuran mobil-mobil kita, bukan dari kualitas layanan dan hubungan kita dengan sesame manusia. (Martin Luther King Jr)
2.9 Kata Motivasi Pendidikan / Pelajar
ü  Memahami lebih baik dari sekadar membaca.
ü  Banyak yang ingin pintar, tapi tidak banyak yang mau belajar.
ü  Kalau pelajar tak mau belajar, belum menjadi pelajar sejati.
ü  Tidak ada mata pelajaran yang sulit, kecuali kemalasan akan mempelajari mata pelajaran tersebut.
ü  Orang tua kerja untuk menghidupi anaknya, anaknya sekolah agar mendapatkan kehidupan yang lebih layak di kemudian hari. Dengan belajar dan mendapatkan nilai baik adalah cara jitu pelajar untuk membahagiakan orang tuanya.
ü  Malas belajar hanya akan membuat suatu pelajaran semakin sulit dipelajari.
ü  Lebih baik belajar satu halaman per hari daripada belajar satu buku tapi cuma sehari.
ü  Bodoh itu takdir, tapi bisa diubah. Tentunya dengan belajar.
ü  Belajar adalah investasi berharga untuk masa depan dan tidak seperti harta yang suatu saat bisa habis.
ü  Bagi yang tahu bahwa belajar itu menyenangkan, belajar adalah aktivitas yang menyenangkan.
ü  Dengan belajar sesungguhnya kita telah membuka satu pintu menuju kesuksessan
ü  Aku datang, aku belajar, aku ujian, aku revisi dan aku menang!
ü  Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.


BAB III
PENUTUP

Makalah yang telah disusun dengan sebaik mungkin ini diharapkan dapat membantu para pembaca khususnya mahasiswa dalam pembahasan tentang teori dan konsep motivasi dalam hal ini motivasi berprestasi, selain itu makalah ini diharapkan dapat memberikan perbandingan pendangan dengan apa yang telah diperoleh dilingkungan pendidikan.
Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan.


DAFTAR PUSTAKA

Santrock, Jhon, W. 2008. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar